KOTAMOBAGU — Gardagarudainvestigasi.com – 10 Agustus 2026 – Gelaran Open Tournament TIDAR Drag Race & Drag Bike yang berlangsung di Sirkuit Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Sulawesi Utara, Minggu (9/8/2026), berakhir tragis.
Ajang yang semestinya menjadi ruang hiburan sekaligus kompetisi olahraga otomotif tersebut diwarnai insiden serius yang mengakibatkan sejumlah orang meninggal dunia dan mengalami luka-luka.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun, para korban mendapatkan penanganan di RS Monompia dan RS Pobundayan. Data tersebut masih bersifat sementara sehingga jumlah maupun kondisi korban dapat berubah seiring proses pendataan dan penanganan medis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data Sementara Korban
RS Monompia
- Harianti Mokoginta, Bilalang 3 Utara — Meninggal Dunia (MD)
- Nilawati Mokodongan, Pontodon Induk — Luka Berat (LB)
- Hadi Toisi, Pangian Tengah — Luka Berat (LB)
- Ali Jojang, Bilalang 4 — Luka Berat (LB)
- Murdani Pobela, Bilalang Baru — Luka Berat (LB)
- Muxin Dondo, Pontodon Timur — Luka Berat (LB)
- Arhan Mokoginta, Bilalang 3 — Luka Berat (LB)
- Rapiska Mokodongan, Genggulang — Luka Berat (LB)
- Enjelia Lito, Bilalang 3 — Luka Berat (LB)
- Prasetio Mokodongan, Pontodon — Luka Ringan (LR)
RS Pobundayan
- Lisma Mokoginta, Bilalang Utara — Meninggal Dunia (MD)
- Ali Ponamon, Pontodon Induk — Meninggal Dunia (MD)
- Risna Longkun, Bilalang Baru — Meninggal Dunia (MD)
- Johar Mokoginta, Pontodon — Luka Berat (LB)
- Biyo Mokoagow, Bilalang 3 — Meninggal Dunia (MD)
- Rina Longkun, Bilalang Baru — Luka Berat (LB)
- Rugaina Menangin, Bilalang IV — Luka Berat (LB)
Berdasarkan data sementara tersebut, tercatat lima korban meninggal dunia, sementara korban lainnya mengalami luka berat maupun luka ringan.
Insiden ini menjadi perhatian publik, terlebih kegiatan balap kendaraan berkecepatan tinggi membutuhkan standar pengamanan yang ketat, mulai dari pengaturan lintasan, pembatas antara arena dan penonton, pengendalian area kegiatan, hingga kesiapan petugas serta fasilitas keselamatan.
Peristiwa tersebut sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai penerapan standar keselamatan dalam penyelenggaraan event otomotif. Keselamatan pembalap, penonton, panitia, serta masyarakat yang berada di sekitar lokasi semestinya menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan kegiatan.
Publik kini menantikan penjelasan resmi dan lebih lengkap dari pihak terkait mengenai kronologi kejadian, penyebab insiden, kondisi terkini seluruh korban, serta standar pengamanan yang diterapkan selama kegiatan berlangsung.
Evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan kegiatan juga dinilai penting. Apabila dalam pemeriksaan nantinya ditemukan kekurangan dalam aspek pengamanan maupun keselamatan, hal tersebut perlu menjadi bahan evaluasi serius agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
Data korban dalam pemberitaan ini masih bersifat sementara dan perlu disesuaikan dengan keterangan resmi terbaru dari rumah sakit maupun pihak berwenang.
(Noldy Worang)














