MOTOLING — 10 September 2027 – Jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Tondei Satu, Motoling, Wilayah Rorombulan, terus membangun semangat kebersamaan dan kerja sama dalam pelayanan gerejawi.
Semangat tersebut diwujudkan melalui hubungan persaudaraan dengan Jemaat Gereja Injili di Tanah Papua (GITP) Baitelrder, Raja 4, Papua Selatan, khususnya dalam pelayanan Persatuan Anak Muda (PAM).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kerja sama antargereja ini menjadi bagian penting dalam mempererat persaudaraan di antara kaum muda dari dua lingkungan gerejawi yang berada di wilayah berbeda. Perbedaan daerah, budaya, dan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk membangun persekutuan. Sebaliknya, perbedaan tersebut menjadi kesempatan untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, dan bertumbuh bersama dalam iman.

Kebersamaan yang telah terjalin diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pertemuan atau komunikasi antarpemuda gereja. Lebih dari itu, hubungan tersebut diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat tugas dan panggilan pelayanan, baik di lingkungan gereja maupun di tengah masyarakat.
Dalam semangat pelayanan PAM, kaum muda diajak memahami bahwa gereja bukan hanya tempat beribadah, melainkan juga ruang untuk membangun persaudaraan, saling menopang, serta menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
Kerja sama antargereja menjadi salah satu langkah konkret dalam membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap pelayanan dan kehidupan bersama.

Harapan besar disampaikan agar kebersamaan antara PAM Jemaat GMIM Tondei Satu dan Jemaat GITP Baitelrder, Raja 4, Papua Selatan, dapat terus berkembang. Komunikasi dan relasi yang telah dibangun diharapkan menjadi dasar bagi lahirnya berbagai bentuk kerja sama pelayanan pada masa mendatang.
Kebersamaan tersebut juga memiliki makna yang lebih mendalam, yaitu memperjuangkan pertumbuhan iman secara bersama-sama. Setiap anak muda menghadapi tantangan dalam kehidupan, termasuk dalam mempertahankan iman di tengah perkembangan zaman. Oleh karena itu, dukungan, motivasi, dan keteladanan dari sesama pemuda gereja sangat dibutuhkan.
Melalui hubungan persaudaraan yang semakin erat, PAM dari kedua jemaat diharapkan dapat saling menguatkan dalam menjalankan tugas pelayanan. Hubungan itu bukan sekadar untuk menjaga komunikasi dan relasi, melainkan juga untuk bersama-sama menghadirkan kehidupan gereja yang aktif, bertumbuh, dan berakar dalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus.
Semangat kebersamaan ini menjadi pengingat bahwa pelayanan gereja merupakan tanggung jawab bersama. Dengan saling mendukung dan berjalan bersama, kaum muda dapat mengambil bagian penting dalam membangun persekutuan yang semakin kuat serta membawa dampak positif bagi gereja dan masyarakat.
Kerja sama antara Jemaat GMIM Tondei Satu dan Jemaat GITP Baitelrder, Raja 4, Papua Selatan, diharapkan terus terpelihara dan berkembang sebagai wujud nyata persaudaraan dalam Kristus serta komitmen bersama untuk mendorong pertumbuhan iman generasi muda.
Narasumber: Ibu Vrike Anitatamba, S.Th.
(Noldy Worang)














