Minahasa Selatan, 17 Juli 2026 – Sejumlah warga di Kabupaten Minahasa Selatan mengeluhkan dugaan penyimpangan dalam penyaluran BBM bersubsidi jenis solar di SPBU Tumpaan. Warga mengaku kerap kesulitan memperoleh solar karena diduga terdapat kendaraan tertentu yang mendapat prioritas pengisian dalam jumlah besar.
Menurut keterangan sejumlah warga, antrean kendaraan konsumen sering kali berlangsung berjam-jam. Bahkan, ada pengendara yang mengaku harus kembali keesokan harinya karena stok solar telah habis sebelum mereka mendapat giliran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga berharap aparat penegak hukum, termasuk Polres Minahasa Selatan, melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap dugaan praktik tersebut. Mereka meminta apabila ditemukan pelanggaran terhadap aturan distribusi BBM bersubsidi, pihak-pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Selain itu, masyarakat juga meminta pihak pengelola SPBU memberikan penjelasan resmi terkait mekanisme penyaluran solar agar tidak menimbulkan keresahan maupun dugaan adanya perlakuan khusus kepada pihak tertentu.
Hingga rilis ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU maupun instansi terkait mengenai dugaan tersebut. Oleh karena itu, seluruh informasi di atas masih memerlukan klarifikasi dan pembuktian lebih lanjut dari pihak yang berwenang.
Red














