SULAWESI UTARA — Patung Sejarah Remboken resmi diresmikan pada 28 September 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat pelestarian sejarah dan budaya Minahasa sekaligus mempererat persaudaraan masyarakat Remboken dan Kawanua, termasuk mereka yang kini berdomisili di berbagai daerah hingga luar negeri.
Peresmian berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan mendapat dukungan dari masyarakat serta sejumlah tokoh. Momentum tersebut tidak hanya menjadi perhatian warga di Sulawesi Utara, tetapi juga masyarakat asal Remboken yang berada di perantauan.
Bagi warga Remboken di mancanegara, keberadaan Patung Sejarah Remboken memiliki arti simbolis sebagai pengingat terhadap kampung halaman, sejarah, budaya, dan ikatan persaudaraan yang tetap terjaga meski dipisahkan jarak geografis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Laksun, sementara Jems Karinda dipercaya sebagai Ketua Panitia. Dukungan masyarakat dan berbagai pihak turut menjadi bagian dari terlaksananya rangkaian peresmian.
Sejumlah tokoh masyarakat juga hadir memberikan dukungan. Kehadiran mereka menjadi bagian dari semangat bersama untuk menjaga sejarah dan budaya agar tidak terputus dari generasi ke generasi.
Patung Sejarah Remboken diharapkan tidak berhenti sebagai penanda sejarah secara fisik, tetapi juga menjadi simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Minahasa, khususnya warga Remboken.
Warisan Sejarah
Pelestarian sejarah dinilai memiliki arti penting bagi generasi muda. Melalui keberadaan patung tersebut, perjalanan sejarah serta nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu diharapkan tetap dikenal dan dipahami oleh generasi berikutnya.
Momentum peresmian juga memperlihatkan kuatnya ikatan Kawanua antara masyarakat yang tinggal di tanah kelahiran dan mereka yang telah lama menetap di luar daerah maupun mancanegara.
Jarak yang memisahkan tidak menghapus rasa memiliki terhadap Remboken. Sebaliknya, keberadaan simbol sejarah di kampung halaman menjadi pengingat terhadap akar budaya dan identitas asal.
Ketua Panitia Jems Karinda bersama jajaran panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.
Dukungan masyarakat, tokoh Minahasa, warga Remboken, serta Kawanua di perantauan menjadi bagian dari suksesnya peresmian tersebut.
Peresmian Patung Sejarah Remboken pun menjadi lebih dari sekadar seremoni. Momentum ini menjadi ruang untuk memperkuat kembali semangat persaudaraan, kepedulian terhadap sejarah, dan kebersamaan masyarakat Remboken di tengah perubahan zaman.
Dari Remboken hingga berbagai penjuru dunia, pesan yang mengemuka adalah pentingnya menjaga sejarah, budaya, dan persaudaraan sebagai warisan bersama yang dapat diteruskan kepada generasi mendatang.
(Noldy Worang)














