Tambang Ilegal Manokwari, Diduga Ada Aktor Oknum APH di Balik 10 Bos Pemodal.

- Penulis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 15:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

 

Monokowari . – Aliran Sungai Wariori di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat semakin memprihatinkan. Hal itu disampaikan oleh salah satu anggota DPR RI, Yan Permenas Mandenas.

Menurut Yan, aktivitas pertambangan emas di wilayah itu diduga kuat menjadi penyebab aliran sungai Wariori, Wasirawi, dan Warmomi tercemar bahan kimia merkuri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bentuk sungai ini sudah berubah total, menjadi kolam-kolam besar yang ditinggalkan oleh aktivitas pertambangan emas ilegal,” tegasnya seperti yang dikutip dari TV Parlemen, Sabtu 4 Juli 2026.

Ia juga menyebutkan, bahwa kerusakan lingkungan yang masif ini pun mulai menyebabkan bencana, di mana banjir bandang yang melanda Manokwari pada April 2026 silam disebut-sebut sebagai dampak langsung dari penggundulan hutan dan pengerukan tanah oleh aktivitas tambang ilegal.

Politikus Partai Gerindra itu meminta agar segera dilakukan penindakan hukum terhadap penambangan liar.

“Saya meminta agar Kapolda dan Pangdam untuk menindak, melakukan penertiban dan mengembalikan lingkungan yang rusak,” jelas Yan Permenas.

Terpisah, Direktur LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy, bahkan mengungkap sejumlah nama yang disebut-sebut sebagai mafia tambang emas ilegal di Wasirawi melibatkan berbagai pihak dari penambang hingga penadah dan juga oknum.

Baca Juga:  Aktivitas Galian C di Masarang Tondano Barat Terus Berjalan, Integritas Polres Minahasa dan Dinas ESDM Dipertanyakan

Mereka bahkan diketahui dilengkapi dengan ratusan alat berat dan jaringan internet starlink, mengindikasikan ada cukong besar di belakangnya.

Kecurigaan mengerucut pada dugaan adanya oknum yang menjadi “beking” atau pelindung. Yan Christian Warinussy secara blak-blakan mendesak Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Alfred Papare, untuk segera bersih-bersih. Ia menduga ada oknum yang justru bekerja sama dengan mafia tambang berkedok pengusaha

“Ini bukan sekadar pembiaran. Ini indikasi keterlibatan. Jika aparat sudah jadi bagian dari jaringan kejahatan, maka hukum kehilangan maknanya,” tegas Warinussy, Sabtu 4 Juli 2016.

Bahkan, beredar luas dugaan kuat adanya aliran “upeti” dari sekitar 10 pengusaha tambang ilegal ke oknum-oknum tertentu, yang menyebabkan aktivitas merusak itu terus berlangsung tanpa hambatan berarti.

Nama nama yang selama ini diduga melakukan aktivitas pertambangan emas secara ilegal di Kabupaten Manokwari bahkan sulit tersentuh hukum. Diantara nama yang beredar adalah, BS alias Bunda Ros, BE alias Bos Eko, BM alias Bos Mimin, BB alias Bos Bintang, BN alias Bos Hj Nana, BA alias Bos Alvian, BS alias Bos Samsul, BA alias Bos Adit, BP alias Bos Haji Pudin, dan BS alias Bos Samsir. ***(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel gardagarudainvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

VIRAL PERSELISIHAN ORANG TUA-ANAK ANGKAT DI MINAHASA: POLSEK KAKAS GULIRKAN MEDIASI, KEDUA BELAH PIHAK RESMI BERDAMAI
Warga Keluhkan Dugaan Prioritas Pengisian Solar di SPBU Tumpaan, Desak Pertamina dan BPH Migas Turun Sidak Jika Terbukti Langgar Aturan Beri Sanksi Tegas
BERANI MENGINJAK MOMEN SYUKUR! SPBU TATELI JADI SARANG MAFIA SOLAR, HUKUM DAN JANJI DILUDESKAN!
Prof Sutan Nasomal Menyambut Positif Giat Polres Pekalongan Kota Gelar Patroli Skala Besar Antisipasi Street Crime dan Balap Liar Saat Akhir Pekan
PROF DR SUTAN NASOMAL : BIJAKSANA MENGARTIKAN LONDO IRENG SANGAT PENTING KARENA SEMUA ITU ADALAH SAKSI SEJARAH
TONGGAK BARU PERGERAKAN! DPW PARTAI GERAKAN RAKYAT SULAWESI UTARA RESMI DAPATKAN LEGALITAS NEGARA, KANWIL KEMENKUMHAM SERAHKAN SKT SECARA LENGKAP
MASYARAKAT NELAYAN MITRA DESAK: “RDP 7 HARI.! DPRD MITRA WAJIB PERIKSA SLO & JATAH SOLAR 16 KL X 80 KL Per BULAN, DI SPBUN RATATOTOK”
Dugaan Jaringan Mafia Solar Subsidi Terkuak: Aktivitas di Tumpaan, Matani, Terkait SPBU Tumpaan & Amurang Diminta Diusut Tuntas
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 03:44 WIB

Warga Keluhkan Dugaan Prioritas Pengisian Solar di SPBU Tumpaan, Desak Pertamina dan BPH Migas Turun Sidak Jika Terbukti Langgar Aturan Beri Sanksi Tegas

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:41 WIB

BERANI MENGINJAK MOMEN SYUKUR! SPBU TATELI JADI SARANG MAFIA SOLAR, HUKUM DAN JANJI DILUDESKAN!

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:04 WIB

Prof Sutan Nasomal Menyambut Positif Giat Polres Pekalongan Kota Gelar Patroli Skala Besar Antisipasi Street Crime dan Balap Liar Saat Akhir Pekan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:03 WIB

PROF DR SUTAN NASOMAL : BIJAKSANA MENGARTIKAN LONDO IRENG SANGAT PENTING KARENA SEMUA ITU ADALAH SAKSI SEJARAH

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:52 WIB

TONGGAK BARU PERGERAKAN! DPW PARTAI GERAKAN RAKYAT SULAWESI UTARA RESMI DAPATKAN LEGALITAS NEGARA, KANWIL KEMENKUMHAM SERAHKAN SKT SECARA LENGKAP

Berita Terbaru