CUKUP UCAPAN MANIS! KLAIM IZIN SUDAH LENGKAP DI TANDURUSA, PUBLIK MENGAMUK: JANGAN HANYA BICARA, TAMPILKAN DOKUMENNYA SEKARANG JUGA! JANGAN ANGAP RAKYAT BODOH

- Penulis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

 

BITUNG – 5 Agustus 2026 – Pernyataan Kepala KSOP Kelas I Bitung yang sekadar menyebutkan “sudah ada izin” bagi aktivitas pemotongan kapal di Tandurusa, justru memicu badai kemarahan publik! Rakyat tak lagi mau dibodohi dengan janji muluk dan kata-kata tanpa bukti nyata. Dengan nada menghantam, masyarakat menuntut: TARIK DOKUMENNYA KE MUKA UMUM SEKARANG, JANGAN CUMA DI SIMPAN DI LACI MEJA!

Klaim bahwa 11 unit kapal telah disahkan pemerintah pusat dan memenuhi syarat administrasi, dinilai sekadar alasan pelindung jika tak disertai bukti yang bisa dilihat mata. Masyarakat menekankan logika dasar yang tak bisa dibantah:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sama persis saat polisi menilang di jalan! Kalau pengemudi cuma bilang ‘surat saya lengkap’, apakah aparat langsung percaya begitu saja? TIDAK! Harus dikeluarkan, diperlihatkan, diperiksa satu per satu! Kenapa untuk urusan bernilai milyaran rupiah dan merusak lingkungan di Tandurusa, kalian malah minta rakyat percaya cuma dengan ucapan lisan saja?!” tantang warga dengan nada geram.

Baca Juga:  Diduga Pabrik Olie Palsu Kembali Beroperasi di Nerogtog, Profesor Sutan Nasomal Desak Aparat Bertindak !

Publik menuding pihak berwenang seolah-olah bermain petak umpet: bilang sah, bilang lengkap, tapi tak pernah berani buka lembarannya. Padahal kalau benar bersih dan sesuai aturan, tak ada alasan apa pun untuk menyembunyikan bukti! Justru ketidakterbukaan ini semakin memperkuat dugaan kuat: ada yang ditutupi, ada prosedur yang dilanggar, atau bahkan dokumen yang tak sepenuhnya sah!

“Jangan anggap kami orang awam yang mudah ditipu! Kalau memang benar ada izin resmi, sebarkan fotokopinya, pajang di papan pengumuman, atau unggah di situs resmi. Biar rakyat yang menilai sendiri apakah isinya benar atau cuma surat palsu!” tegas perwakilan warga.

Masyarakat memperingatkan: Jangan sampai keberadaan dokumen itu cuma dongeng belaka, atau bahkan hasil rekayasa di balik layar. Sekali lagi tuntutan keras disuarakan: BUKTIKAN DENGAN DOKUMEN, BUKAN DENGAN KATA-KATA! Jika enggan menampilkannya, berarti pengakuan kalian sendiri bahwa ada yang keliru dalam proses ini!. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel gardagarudainvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LBH Suara Panrita Keadilan Apresiasi Respons Cepat Penanganan Dugaan Perundungan Siswi SD
Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden Perintahkan Kementrian Gubernur Riau Hadir Bantu Warga Vs Perusahaan!!!
Prof Sutan Nasomal: Pembangunan Bagus, Tapi Jangan Korbankan Warga! Gubernur Sumut Diminta Dorong Penyelesaian Banjir Gambus Laut
Pemdes Lima Desa di Seira Dipolisikan, Dugaan Pungli Nelayan Capai Rp1,49 Miliar
LBH Suara Panrita Keadilan Desak Pemulihan Trauma Siswi SD Diduga Korban Bullying
Profesor Sutan Nasomal Ajungi Jempol Keberhasilan Kepala Bea Cukai Tangerang Banten Ungkap Kerugian Negara Puluhan Milyar!!!
PAM GMIM Tondei Satu dan Gereja Injili di Tanah Papua Perkuat Kebersamaan dalam Pelayanan
9 BULAN MANGKRAK! TIPIDUM BARESKRIM POLRI DIDUGA MAIN-MAIN DENGAN LAPORAN DUGAAN IJAZAH PALSU WELLY TITAH
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 10:43 WIB

LBH Suara Panrita Keadilan Apresiasi Respons Cepat Penanganan Dugaan Perundungan Siswi SD

Sabtu, 12 September 2026 - 10:33 WIB

Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden Perintahkan Kementrian Gubernur Riau Hadir Bantu Warga Vs Perusahaan!!!

Sabtu, 12 September 2026 - 10:31 WIB

Prof Sutan Nasomal: Pembangunan Bagus, Tapi Jangan Korbankan Warga! Gubernur Sumut Diminta Dorong Penyelesaian Banjir Gambus Laut

Jumat, 11 September 2026 - 11:05 WIB

Pemdes Lima Desa di Seira Dipolisikan, Dugaan Pungli Nelayan Capai Rp1,49 Miliar

Jumat, 11 September 2026 - 11:03 WIB

LBH Suara Panrita Keadilan Desak Pemulihan Trauma Siswi SD Diduga Korban Bullying

Berita Terbaru