Pertalite Langka di SPBU Langowan, Harga Eceran Tembus Rp25 Ribu, Warga Minta Pengisian Jeriken 20–40 Liter Ditertibkan

- Penulis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

 

LANGOWAN, MINAHASA — SOROTAN PUBLIK

Minahasa – Garagarudainvestigasi.com  –  Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Langowan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, menjadi sorotan masyarakat. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi pengguna kendaraan roda dua dan roda empat yang membutuhkan BBM untuk bekerja maupun menjalankan usaha.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan informasi dan keluhan masyarakat, sulitnya mendapatkan Pertalite di SPBU Langowan membuat sebagian warga terpaksa membeli BBM melalui kios-kios pengecer dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Pertalite yang sebelumnya dijual sekitar Rp12.000 per botol kini dilaporkan mencapai Rp20.000 hingga Rp25.000 per botol berukuran kurang lebih 1,5 liter.

Lonjakan harga tersebut tentunya menjadi beban tambahan bagi masyarakat, khususnya pekerja, petani, pedagang, dan pengendara yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada ketersediaan bahan bakar.

Warga Minta Pengisian Jeriken 20–40 Liter Mendapat Pengawasan Ketat

Di tengah kelangkaan Pertalite, masyarakat juga menyampaikan harapan agar pihak pengelola SPBU dan instansi terkait memperketat pengawasan terhadap pembelian BBM menggunakan jeriken atau wadah berkapasitas besar, khususnya ukuran 20 hingga 40 liter.

Warga berharap antrean pengisian BBM menggunakan wadah berkapasitas besar tidak menghambat pelayanan kepada pengendara yang membutuhkan bahan bakar secara langsung.

Masyarakat menginginkan agar kebutuhan pengguna kendaraan yang sebenarnya menjadi perhatian utama, sehingga distribusi Pertalite dapat berlangsung lebih tertib, adil, dan tepat sasaran.

Selain itu, warga meminta adanya pengawasan terhadap pembelian BBM dalam jumlah besar untuk memastikan seluruh proses pengisian berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku.

Harapan tersebut bukan tanpa alasan. Di tengah keterbatasan pasokan, masyarakat menilai pengaturan antrean dan pengawasan distribusi sangat penting agar tidak terjadi ketimpangan dalam memperoleh BBM.

Polisi Sampaikan Informasi Rencana Penerapan Sistem Ganjil-Genap

Menanggapi situasi tersebut, salah satu insan pers, Noldy Worang, melakukan konfirmasi kepada salah satu pihak kepolisian yang berada di lokasi SPBU Langowan.

Dari konfirmasi tersebut, diperoleh informasi mengenai rencana penerapan sistem pengisian BBM berdasarkan nomor polisi kendaraan dengan mekanisme ganjil-genap, yang disebut akan mulai diberlakukan keesokan harinya.

Baca Juga:  MK NYATAKAN "BENAR SEKOLAH", BUKTI BUKU INDUK: FOTO WANITA + NOMOR DICORET! ADA APA BARESKRIM?

Namun, hingga informasi ini disusun, mekanisme pelaksanaan, jadwal pengisian, serta ketentuan kendaraan yang dapat dilayani masih memerlukan penjelasan resmi dari pihak berwenang maupun pengelola SPBU.

Masyarakat berharap apabila sistem ganjil-genap benar-benar diterapkan, kebijakan tersebut dapat membantu mengurai antrean panjang sekaligus memberikan kesempatan yang lebih merata kepada pengguna kendaraan untuk mendapatkan Pertalite.

Pengelola SPBU dan Instansi Terkait Diminta Berikan Penjelasan

Kelangkaan Pertalite di Langowan juga memunculkan pertanyaan masyarakat mengenai penyebab terganggunya ketersediaan BBM.

Warga berharap pihak pengelola SPBU, Pertamina, serta instansi terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kondisi pasokan dan langkah penanganan yang akan dilakukan.

Selain memastikan kelancaran distribusi, masyarakat meminta agar pengawasan terhadap pembelian BBM dalam jumlah besar dapat ditingkatkan.

Hal ini dianggap penting untuk mencegah penyalahgunaan distribusi sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Jangan Sampai Masyarakat Kecil Terus Menanggung Beban

Kelangkaan Pertalite bukan sekadar persoalan antrean kendaraan di SPBU, melainkan juga menyangkut kebutuhan ekonomi masyarakat.

Ketika bahan bakar sulit diperoleh dan harga di tingkat pengecer meningkat, masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi menjadi salah satu kelompok yang paling merasakan dampaknya.

Karena itu, masyarakat berharap persoalan kelangkaan BBM di Langowan segera mendapatkan perhatian dan penanganan serius dari pihak terkait.

Sorotan Publik turut menyuarakan aspirasi masyarakat agar distribusi Pertalite benar-benar mengutamakan kebutuhan pengguna yang berhak, bukan justru membuat warga kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk aktivitas sehari-hari.

Pengawasan terhadap pengisian menggunakan jeriken berkapasitas 20–40 liter juga diharapkan dapat dilakukan sesuai aturan, tanpa mengabaikan kebutuhan pihak-pihak yang memang memiliki hak atau izin untuk melakukan pembelian tersebut.

Masyarakat tidak menginginkan kelangkaan BBM terus berulang tanpa adanya penjelasan dan solusi yang jelas.

Publik membutuhkan kepastian pasokan, keterbukaan informasi, serta pelayanan SPBU yang tertib, adil, dan transparan.

Hingga berita ini disusun, keterangan resmi mengenai penyebab kelangkaan Pertalite dan kepastian pemberlakuan sistem ganjil-genap masih perlu diperoleh dari pihak terkait.

Wartawan: Noldy Worang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel gardagarudainvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KETUM GERMAS UNGKAP ADE JULHAIDIR DESAK DPR/MPR RI TAMPUNG ASPIRASI MASYARAKAT TERKAIT POLEMIK PUTUSAN MK DAN IJAZAH GIBRAN
SOROTAN PUBLIK: KING POLO BEREBE GUNCANG LANGOWAN! PESRAT RATATOTOK TAKLUKKAN MANGUNI VC 2-0 DI LANGOWAN CUP 2026
Saksi Proyek DPRD Minahasa Diduga Berbohong di PN Tipikor Manado, Tim Hukum Pertimbangkan Minta Hakim Terapkan Pasal Sumpah Palsu
KASUS DUGAAN PUNGLI KPLP BITUNG MAKIN PANAS! DEMERCIS TAMILA HANTAM KEPALA PANGKALAN: “10 BULAN UPETI DIDUGA BERJALAN, APA MUNGKIN ATASAN TIDAK TAHU? ADA SETORAN KE ATAS?”
Damkar Minahasa Bersama Pemerintah Kecamatan dan Masyarakat Kakas Barat Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran Lahan Dekat Permukiman Warga
TALAUD KABUPATEN MUDA YANG DIPIMPIN FOTOKOPI, DISEMBAH SARJANA ASLI
DI TALAUD, KRITIK DIBALAS ALERGI: SEKDA DAN 2 KADIS DIDUGA LUPA SUMPAH ASN
LSM INAKOR Apresiasi Capaian Peningkatan Kinerja, Yusuf Detu S.kep.Ns. Sebagai Plt Dirut RSUD Datoe Binangkang.
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:53 WIB

KETUM GERMAS UNGKAP ADE JULHAIDIR DESAK DPR/MPR RI TAMPUNG ASPIRASI MASYARAKAT TERKAIT POLEMIK PUTUSAN MK DAN IJAZAH GIBRAN

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:13 WIB

Saksi Proyek DPRD Minahasa Diduga Berbohong di PN Tipikor Manado, Tim Hukum Pertimbangkan Minta Hakim Terapkan Pasal Sumpah Palsu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 04:19 WIB

KASUS DUGAAN PUNGLI KPLP BITUNG MAKIN PANAS! DEMERCIS TAMILA HANTAM KEPALA PANGKALAN: “10 BULAN UPETI DIDUGA BERJALAN, APA MUNGKIN ATASAN TIDAK TAHU? ADA SETORAN KE ATAS?”

Senin, 19 Oktober 2026 - 01:07 WIB

Damkar Minahasa Bersama Pemerintah Kecamatan dan Masyarakat Kakas Barat Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran Lahan Dekat Permukiman Warga

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Pertalite Langka di SPBU Langowan, Harga Eceran Tembus Rp25 Ribu, Warga Minta Pengisian Jeriken 20–40 Liter Ditertibkan

Berita Terbaru