SUB JUDUL: JANJI POLITIK HANYA PEMANIS BIBIR BELAKANG LAYAR PENGKHIANATAN!
BITUNG – 5 Agustus 2026 – Amarah dan kekecewaan yang sudah lama tertahan akhirnya meledak tanpa ampun! Mantan anggota DPRD Kota Bitung, Boy Gumolung atau sapaan akrab Ko Boy, menebas habis wajah-wajah politik yang dinilai penuh dusta dan menjadikan janji sebagai alat tipu daya semata. Pernyataan pedas ini meledak menjadi sorotan nasional setelah unggahannya di media sosial Facebook memecah keheningan politik lokal pada Selasa (4/8/2026).
Tak ada lagi kata halus, tak ada lagi senyum diplomasi. Di hadapan awak media dan sejumlah aktivis, Ko Boy membongkar habis kepalsuan yang selama ini ditutupi rapi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Janji adalah utang, tapi bagi kalian janji hanyalah sampah yang dibuang begitu saja setelah kepentingan terpenuhi! Kalian ucapkan manis di depan wajah, tapi menusuk dari belakang saat kami tak lagi berguna!” sergah Ko Boy dengan nada bergetar menahan luapan kemarahan.

Ia menegaskan dengan tajam: “Saya sudah berjuang habis-habisan, taruhkan waktu, tenaga, nama baik, bahkan taruhan nyawa demi mendukung kalian. Tapi apa balasannya? Hanya pemanis bibir! Kalian menipu kami, kalian menipu rakyat!”
Dengan mata yang menyala, Ko Boy mengenang pengorbanan tanpa batas yang dilakukan bersama dua srikandi yang juga berjuang sekuat tenaga. “Kami tak kenal lelah, tak kenal waktu, hujan panas kami telan demi mewujudkan harapan yang kalian janjikan. Tapi ternyata semua itu hanyalah sandiwara murahan! Komitmen yang kami jaga seperti nyawa, kalian injak-injak layaknya kotoran di jalanan!”
Ko Boy pun melontarkan peringatan keras yang menghantam dada para pemimpin: “Jangan pernah anggap rakyat dan pendukung itu bodoh! Kepercayaan yang dibangun bertahun-tahun bisa hancur lebur dalam sekejap jika kalian terbiasa berbohong. Ingat, hari ini kalian di atas, tapi ingatlah besok roda pasti berputar. Dusta takkan pernah bisa menutupi kebenaran selamanya!”
Pernyataan menusuk ini membuka selubung gelap realitas politik Kota Bitung, menegaskan bahwa dukungan rakyat bukanlah komoditas untuk diperjualbelikan dan diingkari sesuka hati.(Red)














