BITUNG – Suasana penuh semangat, euforia, dan aroma masakan lezat menyelimuti Cafe Boseh di Kota Bitung, saat ratusan pecinta sepak bola berkumpul padat untuk mengikuti nonton bareng (nobar) partai puncak Final Piala Dunia FIFA 2026 yang mempertemukan Argentina melawan Spanyol. Laga bergengsi ini menjadi momen yang sangat dinanti, dan di Cafe Boseh, pengalaman menontonnya terasa semakin lengkap dengan sajian khas yang memanjakan lidah para pengunjung.
Sejak tiga jam sebelum pertandingan bergulir, area kafe sudah tidak lagi menampung pengunjung. Mereka datang dengan atribut kebanggaan tim favorit—baju jersey, syal, hingga topi berwarna biru putih dan merah kuning—menciptakan pemandangan warna-warni yang memukau.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sambil menunggu kick-off, para suporter tidak melewatkan kesempatan mencicipi beragam hidangan istimewa yang disajikan khusus panitia dan pengelola Cafe Boseh untuk momen ini. Cakalang fufu bumbu rica yang pedas menyengat menjadi menu paling dicari, disandingkan dengan sambal dabu-dabu segar yang khas Sulawesi Utara. Tak ketinggalan, ikan bakar bumbu kuning, pisang goreng madu, serta sate kelapa hangat tersaji melimpah di meja-meja pengunjung. Minuman segar seperti es kelapa muda, es jeruk nipis, dan kopi lokal Bitung juga disiapkan agar stamina para penonton tetap terjaga sepanjang laga hingga larut malam.
“Bukan cuma pertandingannya yang seru, makanannya juga bikin betah! Cakalang fufu-nya pedas pas banget, cocok buat nambah semangat teriak-teriak,” ujar Muhammad algihfary Musa, salah satu pengunjung pendukung Argentina yang datang bersama teman-temannya.
Sorak-sorai penonton terus menggema membelah udara setiap kali kedua tim membangun serangan berbahaya. Pendukung Argentina dan Spanyol silih berganti meneriakkan yel-yel dukungan, membuat suasana di dalam dan luar Cafe Boseh terasa persis seperti berada di tribun stadion dunia. Teriakan kegembiraan pecah saat ada gol tercipta, dan desahan haru terdengar jika peluang terbuang—semuanya dirasakan bersama dengan semangat sportivitas yang tinggi.
“Serunya nggak ada obat! Padahal kami dukung tim beda, tapi tetap saling berbagi makanan dan tertawa bareng. Inilah keindahan nobar di sini,” ungkap hangato mupanga suporter Spanyol yang datang bersama keluarga.
Meski terbagi dalam dua kubu yang saling bersaing, seluruh penonton tetap menikmati pertandingan dengan penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Nobar di Cafe Boseh bukan hanya ajang menyaksikan pertandingan, melainkan juga momen mempererat tali silaturahmi antarpecinta sepak bola sekaligus menghadirkan hiburan dan kehangatan khas masyarakat Bitung.
“Kami sengaja menyajikan menu kuliner khas daerah agar teman-teman yang datang tidak hanya terhibur pertandingannya, tapi juga menikmati rasa rumah sendiri. Senang sekali melihat antusiasme mereka begitu tinggi,” ujur sumo moputy pengelola Cafe Boseh.
Final Piala Dunia 2026 menjadi momen bersejarah yang menyedot perhatian jutaan orang di seluruh dunia. Di Cafe Boseh, euforia itu terasa begitu nyata—terlihat dari mata yang berbinar, tepuk tangan yang tak henti, serta tawa yang menyatu dengan aroma masakan khas Bitung, menciptakan kenangan tak terlupakan bagi siapa saja yang hadir menyaksikan tim favorit mereka berjuang mengangkat trofi paling bergengsi di dunia sepak bola ini.
Usman Musa














