BITUNG – 27 Juni 2026 – Kegiatan nonton bareng (nobar) yang digelar di pusat Kota Bitung dan memanfaatkan fasilitas umum akhirnya berujung ricuh. Sejumlah warga dilaporkan terlibat keributan, bahkan diduga ada yang membawa senjata tajam tradisional jenis badik (tumbaka) saat insiden terjadi.
Peristiwa tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan dan langkah antisipasi dari pihak terkait. Pasalnya, sebelum kegiatan berlangsung, beberapa media online telah memberitakan potensi gangguan ketertiban akibat penggunaan fasilitas umum yang juga menjadi akses utama bagi masyarakat dan pengguna jalan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, menurut informasi yang berkembang, peringatan tersebut dinilai tidak mendapat respons ataupun tindak lanjut dari pemerintah sehingga langkah-langkah pencegahan diduga tidak dilakukan secara maksimal.
Sejumlah pihak pun mempertanyakan mengapa kegiatan tersebut tetap berlangsung tanpa pengamanan dan pengaturan yang memadai. Masyarakat berharap pemerintah memberikan penjelasan atas mekanisme pemberian izin, penggunaan ruang publik, serta evaluasi terhadap penyelenggaraan kegiatan serupa di masa mendatang agar tidak kembali menimbulkan keresahan.
Di sisi lain, muncul anggapan dari sebagian masyarakat yang mengaitkan penyelenggaraan nobar dengan kedekatan penyelenggara terhadap partai politik tertentu. Namun hingga berita ini ditulis, belum terdapat bukti yang dapat memastikan bahwa faktor politik memengaruhi sikap atau keputusan pemerintah, sehingga hal tersebut masih sebatas dugaan dan memerlukan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.
Masyarakat mendesak agar pemerintah dan aparat keamanan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penggunaan fasilitas umum sebagai lokasi kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban, sekaligus memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. (Red)














