Jakarta, 12 April 2026 — Pernyataan keras dilontarkan oleh yang mendesak untuk segera turun tangan memerintahkan para gubernur, bupati, dan wali kota di seluruh Indonesia agar membangun hunian sementara (huntara) yang layak dan manusiawi bagi korban bencana.
Dalam keterangannya dari Markas Pusat Partai Koalisi Rakyat Indonesia di Jakarta, Prof Sutan menyoroti dugaan permainan anggaran di tengah penderitaan masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Ia menegaskan bahwa bantuan untuk korban bencana tidak boleh dijadikan ajang spekulasi atau ladang memperkaya diri oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Sorotan tajam juga diarahkan ke Pemerintah Kabupaten , khususnya di wilayah Desa Rina Raya, Kecamatan , yang tengah menghadapi persoalan huntara bagi warga terdampak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Prof Sutan meminta Bupati Bener Meriah untuk segera bertindak cepat, sigap, dan transparan dalam menangani pembangunan huntara agar tidak menimbulkan polemik dan kecurigaan di tengah masyarakat.
“Jangan sampai di tengah musibah, ada pihak yang bermain di atas penderitaan rakyat. Ini tidak manusiawi dan harus ditindak tegas,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap penggunaan anggaran, serta meminta aparat penegak hukum untuk tidak ragu mengusut jika ditemukan indikasi penyimpangan.
Kasus ini menjadi peringatan serius bahwa penanganan bencana harus berorientasi pada kemanusiaan, bukan kepentingan segelintir pihak. Desakan kepada pemerintah pusat pun semakin menguat agar segera mengambil langkah konkret demi melindungi hak-hak masyarakat korban bencana.














