Tragedi Berdarah di Takalar, Petani Tewas Dibacok Saudara Kandung Saat Mandi

- Penulis

Minggu, 30 Agustus 2026 - 02:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Takalar, 30 Agustus 2026 – Dusun Je’nedinging, Desa Balangtanaya, Kecamatan Polongbangkeng Timur, Kabupaten Takalar, mendadak digegerkan peristiwa berd4r4h, Sabtu (29/8/2026).

Seorang petani, Nuru Dg. Ngampang (55), tewas setelah diduga diserang menggunakan senjata tajam jenis parang oleh saudara kandungnya sendiri, Rahman Dg. Liwang (35).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 Wita, ketika korban sedang mandi di samping rumahnya yang sekaligus menjadi lokasi kejadian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi awal yang dihimpun menyebutkan, terduga pelaku datang dari arah belakang korban sambil membawa parang. Tanpa diketahui secara pasti apa yang terjadi sesaat sebelumnya, Rahman diduga kemudian menyerang korban menggunakan senjata tajam tersebut.

Diketahui, korban mengalami luka akibat sabetan pada bagian kepala, luka terbuka pada bagian perut hingga menyebabkan usus terurai, serta luka pada bagian lengan kanan.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan. Korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Maryam Takalar untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, upaya medis tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban. Nuru Dg. Ngampang dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 11.35 Wita setelah mendapatkan perawatan.

Baca Juga:  Exploring Bandung's Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall

Sementara itu, Rahman Dg. Liwang yang juga mengalami luka berat turut mendapatkan perawatan medis.

Tak lama setelah kejadian, personel kepolisian mendatangi lokasi dan mengamankan terduga pelaku. Pengamanan dilakukan untuk mencegah kemungkinan terjadinya aksi lanjutan sekaligus menjaga situasi tetap kondusif di sekitar lokasi kejadian.

Sejumlah saksi yang berada di sekitar tempat kejadian turut dimintai keterangan. Dua di antaranya yakni Isa Dg. Tongi dan Asrul, warga Dusun Je’nedinging, Desa Balangtanaya.

Berdasarkan bahan keterangan awal, sebelum penganiayaan terjadi, telah terdapat persoalan antara korban dan terduga pelaku.

Korban disebut beberapa kali mendatangi rumah Rahman dalam kondisi mabuk. Kedatangan tersebut diduga menimbulkan gangguan dan membuat terduga pelaku merasa terganggu hingga terintimidasi.

Namun, informasi tersebut masih merupakan keterangan awal dan belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai motif maupun penyebab pasti penganiayaan.

Polisi masih perlu menguji seluruh keterangan saksi, kondisi di lokasi kejadian, barang bukti, serta keterangan korban selamat atau terduga pelaku untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi sebelum parang digunakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel gardagarudainvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

*Prof. Sutan Nasomal SH MH,Kasus Keracunan Siswa SMPN 1 Makale Seharusnya Tidak Terjadi. Aparat Wajib Sidik SPPG!*
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
Exploring Bandung’s Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 13:25 WIB

*Prof. Sutan Nasomal SH MH,Kasus Keracunan Siswa SMPN 1 Makale Seharusnya Tidak Terjadi. Aparat Wajib Sidik SPPG!*

Minggu, 30 Agustus 2026 - 02:16 WIB

Tragedi Berdarah di Takalar, Petani Tewas Dibacok Saudara Kandung Saat Mandi

Kamis, 30 Maret 2023 - 20:15 WIB

Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Selasa, 28 Maret 2023 - 16:24 WIB

Exploring Bandung’s Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall

Berita Terbaru