Nasional, 18 Juni 2026 – Semangat pengabdian dan patriotisme kembali ditunjukkan para prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 712/Wiratama yang sukses menuntaskan tugas dalam Operasi Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia–Papua Nugini (RI–PNG) Mobile Tahun Anggaran 2026.
Momentum penuh kebanggaan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Upacara Purna Tugas yang dihadiri oleh Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E., sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas dedikasi para prajurit yang telah mengemban amanah negara di wilayah perbatasan.
Dalam suasana penuh khidmat, para prajurit disambut sebagai putra-putra terbaik bangsa yang telah menjalankan tugas menjaga kedaulatan negara, keamanan wilayah, serta mempertahankan kehormatan Merah Putih di garis terdepan NKRI.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kehadiran Wali Kota Bitung menjadi simbol dukungan pemerintah daerah terhadap pengabdian TNI yang selama ini menjadi benteng pertahanan bangsa. Sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dinilai sebagai fondasi utama dalam menjaga stabilitas nasional dan memperkuat persatuan Indonesia.
Operasi Pengamanan RI–PNG Mobile merupakan salah satu tugas strategis yang menuntut kesiapan fisik, mental, disiplin, dan loyalitas tinggi. Keberhasilan pelaksanaan tugas tersebut menjadi bukti profesionalisme serta komitmen prajurit Yonif 712/Wiratama dalam menjalankan setiap amanah negara.
“Pengabdian para prajurit di wilayah perbatasan merupakan wujud nyata kecintaan kepada bangsa dan negara. Mereka telah menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta membawa nama baik satuan, daerah, dan Indonesia,” ungkapnya.
Upacara purna tugas ini tidak hanya menjadi seremoni penyambutan, tetapi juga momentum penghargaan atas pengorbanan dan dedikasi para prajurit yang telah meninggalkan keluarga demi menjalankan tugas negara di kawasan strategis perbatasan.
Atas keberhasilan tersebut, seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Kota Bitung, menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada para prajurit Yonif 712/Wiratama yang telah menuntaskan misi negara dengan baik.
Selamat datang kembali para penjaga perbatasan. Tugas telah tuntas, kehormatan telah dibawa pulang. Indonesia bangga, Bitung memberikan penghormatan setinggi-tingginya.
Sultan














