KAKAS, SULAWESI UTARA — SOROTAN PUBLIK.
Rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Pria/Kaum Bapa (P/KB) Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) berlangsung meriah pada 9–11 Oktober 2026 di wilayah Kakas Raya dan sekitarnya, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
Perayaan tersebut diwarnai berbagai perlombaan seni, budaya, dan kerohanian yang melibatkan kontingen jemaat GMIM dari berbagai wilayah. Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengembangkan potensi, mempererat persaudaraan, serta meningkatkan semangat pelayanan di lingkungan P/KB GMIM.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jemaat GMIM Paulus Wasian, Wilayah Kakas Satu, turut mengambil bagian dalam menyukseskan kegiatan melalui dukungan pelayanan serta penyediaan akomodasi bagi kontingen peserta yang hadir.

Sebanyak 21 jemaat dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan berbagai perlombaan, di antaranya paduan suara, vokal grup, solo, Masamper, Maengket, kolintang, yel-yel Panji Yosua, Cerdas Cermat Alkitab (CCA), serta pembacaan Mazmur.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah perlombaan berlangsung di beberapa lokasi, antara lain Desa Toliang, Desa Kaweng, dan Desa Simbel.
Di Desa Toliang, perlombaan Baca Mazmur Seri A1 diikuti oleh kontingen GMIM Silom Dendengan Luar.
Sementara itu, Desa Kaweng menjadi salah satu lokasi pelaksanaan lomba paduan suara kategori Middle Choir Seri A, yang diikuti kontingen GMIM Eben Haezer Woloan, Tomohon.
Adapun di Desa Simbel, Kecamatan Kakas Barat, perlombaan paduan suara turut diikuti oleh kontingen GMIM Yohanes Esandom 1, Tombatu Timur.
Kelancaran pelaksanaan kegiatan, termasuk pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas, mendapat dukungan melalui kerja sama pemerintah setempat, jajaran Polsek Kakas, Koramil, serta anggota Laskar Panji Yosua GMIM Kakas Raya.
Sinergi berbagai pihak tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung terselenggaranya rangkaian kegiatan yang melibatkan banyak peserta dan masyarakat.
Perayaan HUT ke-64 P/KB Sinode GMIM ini bukan sekadar ajang kompetisi seni, budaya, dan kerohanian, melainkan juga menjadi momentum untuk memperkuat iman, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta mempererat tali persaudaraan antarjemaat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat persatuan, pelayanan, dan kesaksian iman P/KB GMIM terus bertumbuh serta memberikan dampak positif bagi gereja dan masyarakat.
(Noldy Worang














