RSUD Jailolo Dihantam Skandal Obat Langka! Anggaran Diduga “Disulap”, DPRD Desak Pansus – Disebut Sudah Masuk Kejahatan Kemanusiaan

- Penulis

Minggu, 12 April 2026 - 09:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Jailolo, 12 April 2026 — Skandal pelayanan kesehatan kembali mencuat dan mengguncang publik. RSUD Jailolo menjadi sorotan tajam setelah dugaan kelangkaan obat di tengah meningkatnya pendapatan rumah sakit memicu kemarahan dan kecurigaan serius.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tokoh publik Dasril Usman melontarkan kritik keras terhadap manajemen RSUD Jailolo. Ia menilai penjelasan pihak direktur tidak hanya lemah, tetapi juga terkesan menutupi fakta sebenarnya. Menurutnya, terdapat kontradiksi mencolok dalam penyampaian data anggaran yang justru memperkuat dugaan adanya masalah serius dalam pengelolaan keuangan.

  • “Di satu sisi berlindung pada pagu Rp19 miliar, tapi di sisi lain mengakui adanya pelampauan pendapatan. Ini tidak transparan dan mencerminkan buruknya perencanaan keuangan BLUD,” tegas Dasril.

Lebih mengejutkan, anggaran Rp4 miliar yang disebut-sebut untuk pengadaan obat ternyata tidak sepenuhnya digunakan untuk kebutuhan tersebut. Dana itu diduga telah dicampur dengan belanja oksigen dan bahan medis habis pakai (BMHP), sehingga alokasi riil untuk obat menjadi sangat terbatas.

Dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Pasien, termasuk peserta BPJS, terpaksa membeli obat di luar rumah sakit tanpa kepastian penggantian. Kondisi ini dinilai sebagai bentuk kegagalan serius dalam menjamin pelayanan dasar kesehatan.

  • “Ini yang menjelaskan kenapa pasien masih harus keluar biaya sendiri. Ini bukan sekadar keluhan, ini kerugian nyata bagi rakyat,” lanjutnya.

Dasril juga menolak alasan klasik terkait keterlambatan klaim BPJS yang kerap dijadikan pembenaran. Ia menilai persoalan tersebut adalah masalah berulang yang seharusnya sudah diantisipasi oleh manajemen rumah sakit.

  • “Kalau setiap tahun alasannya sama, berarti ada yang salah dalam pengelolaan,” katanya tegas.
Baca Juga:  GEOTHERMAL TALAGA RANU JANGAN DISANDERA KETAKUTAN: INI PELUANG RAKSASA UNTUK LOMPATAN EKONOMI HALMAHERA BARAT!

Tak berhenti di situ, dugaan penyimpangan anggaran semakin menguat. Fleksibilitas keuangan BLUD yang seharusnya dapat digunakan untuk kebutuhan mendesak seperti obat, justru diduga dialihkan ke kegiatan seremonial yang tidak berdampak langsung pada pelayanan masyarakat.

  • “Ini sangat memprihatinkan. Saat pasien kesulitan obat, anggaran malah diduga dipakai untuk kepentingan lain. Ini menunjukkan prioritas yang keliru,” ungkapnya.

Sebagai langkah tegas, DPRD mendorong pembentukan Panitia Khusus (Pansus) guna mengusut tuntas persoalan ini. Pansus diharapkan menjadi pintu masuk untuk membongkar secara transparan dokumen Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) BLUD RSUD Jailolo.

  • “Pansus harus menguliti semua angka, membuka data seterang-terangnya, dan memastikan ke mana aliran anggaran sebenarnya,” jelas Dasril.

DPRD pun berkomitmen untuk segera mendorong pelaksanaan rapat paripurna guna mengesahkan pembentukan pansus tersebut.

  • “Kami tidak akan diam. Ini harus dibuka terang-benderang dan diselesaikan sampai ke akar,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Dasril menyampaikan peringatan keras yang mengguncang.

  • “Publik tidak butuh narasi normatif. Publik butuh fakta dan tanggung jawab. Jika benar pasien terus dirugikan dan obat langka padahal anggaran tersedia, maka ini bukan lagi kelalaian. Ini sudah masuk kategori kejahatan kemanusiaan,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel gardagarudainvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RUKUN BITEYA RESMI DILANTIK: PENGURUS KKIG KOTA BITUNG MASA BAKTI 2026–2030 DISAHKAN, KOMITMEN PERKUAT PERSATUAN KELUARGA GORONTALO
Profesor Dr KH Sutan Nasomal Penjab Timpas Sambut Hangat*PGRI Aceh Singkil Memulai Babak Baru, Bupati Ajak Perkuat Kolaborasi Membangun Pendidikan Berkualitas*
Pemuda Asal Sumarayar Tewas dalam Kecelakaan di Langowan, Polisi Masih Selidiki Penyebab
Lestarikan Alam, Babinsa Sidomulyo Sertu Deny Bersama Warga Gelar Aksi Tanam Pohon
Diduga Mafia Solar Bersubsidi di Kombos Kebal Hukum? Nama Melky dan Ali Disorot, Publik Desak Polda Sulut Bongkar Dugaan Jaringan dan Oknum Pembeking
Prof. Dr. Sutan Nasomal: BOS Sudah Tanggung Biaya Anak Diberbagai Tingkatan Sekolah Iyuran Pungli Harus Di proses Hukum Pecat Kepsek Tsb!!
Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden Intruksikan Menteri Gubernur Bupati Walikota Sesuai Status Ajak Swasta Membangun Jalan!!!
JELANG HPN 2026, KETUM APPI “GEBRAK”: HENTIKAN KRIMINALISASI WARTAWAN, HORMATI UU PERS ATAU HADAPI KONSEKUENSI HUKUM
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:28 WIB

RUKUN BITEYA RESMI DILANTIK: PENGURUS KKIG KOTA BITUNG MASA BAKTI 2026–2030 DISAHKAN, KOMITMEN PERKUAT PERSATUAN KELUARGA GORONTALO

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:01 WIB

Profesor Dr KH Sutan Nasomal Penjab Timpas Sambut Hangat*PGRI Aceh Singkil Memulai Babak Baru, Bupati Ajak Perkuat Kolaborasi Membangun Pendidikan Berkualitas*

Senin, 13 Juli 2026 - 08:26 WIB

Pemuda Asal Sumarayar Tewas dalam Kecelakaan di Langowan, Polisi Masih Selidiki Penyebab

Kamis, 2 Juli 2026 - 06:06 WIB

Lestarikan Alam, Babinsa Sidomulyo Sertu Deny Bersama Warga Gelar Aksi Tanam Pohon

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:05 WIB

Diduga Mafia Solar Bersubsidi di Kombos Kebal Hukum? Nama Melky dan Ali Disorot, Publik Desak Polda Sulut Bongkar Dugaan Jaringan dan Oknum Pembeking

Berita Terbaru