Bitung — 22 April 2026 – Riuh kartu beradu di meja-meja warkop yang selama ini dianggap sekadar hiburan, kini mulai naik kelas. Di bawah komando Amir Moputi, Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Bitung tancap gas menyiapkan turnamen domino yang bukan main-main: memburu atlet terbaik dari lorong-lorong warkop hingga ke panggung kompetisi resmi.
Aroma kopi, suara gelas beradu, dan teriakan “double! yang biasa jadi soundtrack malam di warkop, akan dipindahkan ke arena yang lebih terukur dan kompetitif. Ini bukan lagi sekadar adu hoki—ini seleksi bakat.
Selama ini banyak jagoan lahir di meja warkop, tapi tidak punya jalur. Turnamen ini jadi pintu masuk. Yang benar-benar punya skill akan kita angkat dan bina, tegas Amir.
Langkah ini sekaligus jadi tamparan halus bagi anggapan bahwa domino hanya permainan santai tanpa masa depan. PORDI Bitung justru melihat potensi besar yang selama ini tercecer—pemain-pemain yang tajam membaca kartu, cepat mengambil keputusan, dan punya mental tanding.
Turnamen yang segera digelar ini ditargetkan menyaring atlet-atlet domino terbaik se-Kota Bitung. Mereka yang lolos tak hanya membawa pulang gengsi, tapi juga peluang masuk pembinaan serius menuju level regional bahkan nasional.
Kini, meja warkop bukan lagi sekadar tempat buang waktu. Dari sanalah, PORDI Bitung sedang menggali “emas tersembunyi” — para pemain yang siap diorbitkan jadi atlet.
Satu pesan jelas dari panitia: kalau merasa jago di warkop, saatnya buktikan di arena.
Umang
