RILIS PERS TERBUKA UNTUK GUBERNUR, WAGUB SULUT & SELURUH PEJABAT TALAUD DARI TANAH PORODISA UNTUK PEMIMPIN SULUT: JANGAN DIAM SAAT IJAZAH DIDUGA PALSU JADI BUPATI

- Penulis

Rabu, 16 September 2026 - 07:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

 

Manado, Sulut –  16 September 2026 Kepada Yth:
Gubernur Sulawesi Utara, Wakil Gubernur Sulawesi Utara, dan Seluruh Pejabat Kabupaten Kepulauan Talaud.

Saya, Demercis, putra Porodisa, Ketua GADAPAKSI Sulut, hari ini tidak menulis sebagai pelapor. Saya menulis sebagai anak kampung yang merasa dihianati.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak saya melaporkan dugaan ijazah palsu milik Bupati Kepulauan Talaud, Welly Titah, ke Bareskrim Polri – dengan bukti permulaan sekolah di Ebenhezer Manado dan lulus di SMA Swasta Lirung tahun 1984 yang tidak sinkron – saya rasakan bukan dukungan, tapi kebencian.

Saya menduga, banyak dari kalian tidak senang dengan laporan saya. Saya dianggap pengganggu. Aktivis dianggap pembuat onar.

Padahal pertanyaan saya sederhana: Pantaskah Talaud dipimpin oleh seseorang yang diduga ijazahnya palsu?

Kepada Gubernur dan Wagub Sulut yang kami hormati:

Bapak adalah pembina kepegawaian, Bapak adalah teladan pendidikan di Sulut. Jika seorang bupati diduga pakai ijazah palsu dan kita semua diam, apa kata anak-anak SMA di Beo, Lirung, dan Essang? Untuk apa mereka belajar keras kalau akhirnya ijazah bisa diduga dibeli?

Diamnya Bapak adalah restu. Dan restu terhadap dugaan kebohongan adalah penghianatan terhadap dunia pendidikan Sulut.

Baca Juga:  Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Kepada pejabat-pejabat di Kabupaten Kepulauan Talaud:

Saya sangat benci dikhianati, dan saya lebih benci menjadi penghianat di tanah Porodisa ini. Tanah Porodisa itu tanah jujur, tanah adat yang menghargai kejujuran.

Kalian adalah ASN, kalian digaji rakyat. Ketika ada laporan dugaan ijazah palsu, seharusnya kalian berdiri di belakang kebenaran, bukan di belakang kekuasaan. Kalian malah diduga menjaga jarak dengan saya, bahkan membenci saya.

Malu lah.

Malu kepada leluhur Talaud yang mengajarkan Mangngorai Sasa, jujur dalam kata. Malu kepada seragam Korpri yang kalian pakai. Malu kepada anak-anak Talaud yang setiap hari kalian suruh sekolah rajin.

Saya tidak minta kalian benci Welly Titah. Saya hanya minta kalian jangan benci orang yang mencari kebenaran.

Saya, Demercis, tidak akan berhenti. Laporan di Bareskrim Polri itu bukan untuk menjatuhkan orang Talaud, tapi untuk menyelamatkan marwah Talaud. Agar Porodisa tidak dikenal karena bupatinya diduga berijazah palsu.

Jika hari ini kalian sombong dan menutup mata, sejarah yang akan mencatat kalian pernah diam.

Porodisa tidak butuh pejabat sombong. Porodisa butuh pejabat yang punya rasa malu.

Hormat saya,

Demercis
Anak Porodisa – Ketua GADAPAKSI Sulut
Pelapor Dugaan Ijazah Palsu Welly Titah di Bareskrim Polri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel gardagarudainvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

*Prof. Sutan Nasomal SH MH,Kasus Keracunan Siswa SMPN 1 Makale Seharusnya Tidak Terjadi. Aparat Wajib Sidik SPPG!*
Tragedi Berdarah di Takalar, Petani Tewas Dibacok Saudara Kandung Saat Mandi
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
Exploring Bandung’s Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 07:04 WIB

RILIS PERS TERBUKA UNTUK GUBERNUR, WAGUB SULUT & SELURUH PEJABAT TALAUD DARI TANAH PORODISA UNTUK PEMIMPIN SULUT: JANGAN DIAM SAAT IJAZAH DIDUGA PALSU JADI BUPATI

Sabtu, 5 September 2026 - 13:25 WIB

*Prof. Sutan Nasomal SH MH,Kasus Keracunan Siswa SMPN 1 Makale Seharusnya Tidak Terjadi. Aparat Wajib Sidik SPPG!*

Minggu, 30 Agustus 2026 - 02:16 WIB

Tragedi Berdarah di Takalar, Petani Tewas Dibacok Saudara Kandung Saat Mandi

Kamis, 30 Maret 2023 - 20:15 WIB

Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Selasa, 28 Maret 2023 - 16:24 WIB

Exploring Bandung’s Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall

Berita Terbaru