Manado, Sulut – 16 September 2026 Kepada Yth:
Gubernur Sulawesi Utara, Wakil Gubernur Sulawesi Utara, dan Seluruh Pejabat Kabupaten Kepulauan Talaud.
Saya, Demercis, putra Porodisa, Ketua GADAPAKSI Sulut, hari ini tidak menulis sebagai pelapor. Saya menulis sebagai anak kampung yang merasa dihianati.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak saya melaporkan dugaan ijazah palsu milik Bupati Kepulauan Talaud, Welly Titah, ke Bareskrim Polri – dengan bukti permulaan sekolah di Ebenhezer Manado dan lulus di SMA Swasta Lirung tahun 1984 yang tidak sinkron – saya rasakan bukan dukungan, tapi kebencian.
Saya menduga, banyak dari kalian tidak senang dengan laporan saya. Saya dianggap pengganggu. Aktivis dianggap pembuat onar.
Padahal pertanyaan saya sederhana: Pantaskah Talaud dipimpin oleh seseorang yang diduga ijazahnya palsu?
Kepada Gubernur dan Wagub Sulut yang kami hormati:
Bapak adalah pembina kepegawaian, Bapak adalah teladan pendidikan di Sulut. Jika seorang bupati diduga pakai ijazah palsu dan kita semua diam, apa kata anak-anak SMA di Beo, Lirung, dan Essang? Untuk apa mereka belajar keras kalau akhirnya ijazah bisa diduga dibeli?
Diamnya Bapak adalah restu. Dan restu terhadap dugaan kebohongan adalah penghianatan terhadap dunia pendidikan Sulut.
Kepada pejabat-pejabat di Kabupaten Kepulauan Talaud:
Saya sangat benci dikhianati, dan saya lebih benci menjadi penghianat di tanah Porodisa ini. Tanah Porodisa itu tanah jujur, tanah adat yang menghargai kejujuran.
Kalian adalah ASN, kalian digaji rakyat. Ketika ada laporan dugaan ijazah palsu, seharusnya kalian berdiri di belakang kebenaran, bukan di belakang kekuasaan. Kalian malah diduga menjaga jarak dengan saya, bahkan membenci saya.
Malu lah.
Malu kepada leluhur Talaud yang mengajarkan Mangngorai Sasa, jujur dalam kata. Malu kepada seragam Korpri yang kalian pakai. Malu kepada anak-anak Talaud yang setiap hari kalian suruh sekolah rajin.
Saya tidak minta kalian benci Welly Titah. Saya hanya minta kalian jangan benci orang yang mencari kebenaran.
Saya, Demercis, tidak akan berhenti. Laporan di Bareskrim Polri itu bukan untuk menjatuhkan orang Talaud, tapi untuk menyelamatkan marwah Talaud. Agar Porodisa tidak dikenal karena bupatinya diduga berijazah palsu.
Jika hari ini kalian sombong dan menutup mata, sejarah yang akan mencatat kalian pernah diam.
Porodisa tidak butuh pejabat sombong. Porodisa butuh pejabat yang punya rasa malu.
Hormat saya,
Demercis
Anak Porodisa – Ketua GADAPAKSI Sulut
Pelapor Dugaan Ijazah Palsu Welly Titah di Bareskrim Polri














