MEDIA GARDA GARUDA INVESTIGASI.COM
Ungkap Fakta Real
Minahasa – Bukan suasana tegang seperti yang kerap dibayangkan ketika aparat hadir, melainkan ruang dialog yang penuh keakraban dan edukasi. Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara menggelar kegiatan penyuluhan bertajuk “Polri Hadir untuk Masyarakat” yang dipimpin langsung oleh Kanit 1 Binmas Air, AKP La Ali, S.Sos., bersama timnya.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Desa Borgo, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, pada Kamis (30/07/2026) pukul 10.00–12.00 WITA, mendapat sambutan hangat dari masyarakat nelayan pesisir. Antusiasme para peserta menjadi bukti bahwa pendekatan humanis dan edukatif mampu membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Suasana penyuluhan berlangsung santai namun sarat manfaat. Personel Ditpolairud tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis, tetapi juga berdialog langsung dengan para nelayan mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan.

Dalam penyuluhan tersebut, personel Binmas Air menekankan pentingnya keselamatan saat melaut. Nelayan diingatkan agar selalu menggunakan life jacket, memastikan kapal beserta mesin dan alat navigasi dalam kondisi layak, serta tidak memaksakan diri melaut ketika cuaca ekstrem.
Pesan sederhana namun sangat penting ini mendapat perhatian serius dari para nelayan, mengingat keselamatan menjadi faktor utama dalam setiap aktivitas mencari nafkah di laut.
Selain aspek keselamatan, Ditpolairud Polda Sulut juga memberikan edukasi mengenai kepatuhan terhadap hukum di bidang perikanan. Nelayan diingatkan agar tidak menggunakan racun, potasium maupun bom ikan dalam menangkap ikan karena dapat merusak ekosistem laut dan melanggar hukum.
Materi tersebut disampaikan dengan mengacu pada UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 serta UU RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan, sehingga masyarakat memahami bahwa menjaga laut bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga kewajiban hukum.
Penyuluhan juga membahas pentingnya menjaga kelestarian satwa laut yang dilindungi. Tim Ditpolairud menjelaskan berbagai jenis penyu yang dilindungi negara, seperti Penyu Belimbing, Penyu Tempayan, Penyu Lekang, Penyu Pipih, Penyu Sisik, hingga Penyu Hijau, agar masyarakat dapat mengenali dan melepaskannya kembali apabila tidak sengaja tertangkap.
Selain itu, warga juga diberikan pemahaman mengenai bahaya mengonsumsi biota laut beracun, seperti ikan buntal, gurita cincin biru, dan devil crab (ketam beracun) sebagai langkah pencegahan terhadap kasus keracunan di wilayah pesisir.
Direktur Polairud Polda Sulut, Kombes Pol. Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Binmas Ditpolairud Polda Sulut serta masyarakat Desa Borgo atas suksesnya kegiatan tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Anggota Binmas Ditpolairud Polda Sulut bersama masyarakat Borgo yang telah menciptakan suasana belajar yang kondusif dan saling menghargai. Inilah esensi Polri Hadir untuk Masyarakat: hadir bukan untuk menakuti, tetapi mengedukasi dan melindungi,” ujar Kombes Pol. Bayuaji Yudha Prajas.
Ia juga mengingatkan masyarakat pesisir agar selalu mengutamakan keselamatan sebelum mencari nafkah.
“Jangan pernah berkompromi dengan keselamatan. Gunakan life jacket, cek kondisi kapal sebelum berangkat, dan patuhi aturan konservasi. Laut adalah ibu yang memberi kita rezeki, maka jagalah dengan bijak dan aman,” tegasnya.
Sementara itu, mewakili masyarakat nelayan pesisir, Inal, menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran Ditpolairud Polda Sulut atas kepedulian dan pendekatan yang humanis selama kegiatan berlangsung.
“Kami sangat berterima kasih kepada Anggota Ditpolairud Polda Sulut yang sudah datang memberikan pengetahuan yang sangat bermanfaat. Penjelasan tentang satwa yang dilindungi dan bahaya biota laut beracun benar-benar menambah wawasan kami,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan penyuluhan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak desa pesisir di Sulawesi Utara.
“Harapan kami, semoga ilmu ini bisa kami terapkan setiap hari dan kami wariskan kepada anak-anak kami. Dengan begitu laut tetap lestari dan seluruh nelayan bisa kembali ke rumah dengan selamat,” pungkasnya.
Kegiatan penyuluhan ini menjadi bukti nyata komitmen Ditpolairud Polda Sulut dalam membangun budaya keselamatan, meningkatkan kesadaran hukum masyarakat pesisir, sekaligus memperkuat sinergi antara Polri dan nelayan demi terwujudnya laut yang aman, lestari, dan produktif.
(Redaksi – MEDIA GARDA GARUDA INVESTIGASI.COM)














