GEOTHERMAL TALAGA RANU JANGAN DISANDERA KETAKUTAN: INI PELUANG RAKSASA UNTUK LOMPATAN EKONOMI HALMAHERA BARAT!

- Penulis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 13:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

 

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

HALMAHERA BARAT, 28 Februari 2026 – Polemik geothermal di Talaga Ranu terus bergulir dan memantik perdebatan tajam di tengah masyarakat. Namun di balik riuhnya kekhawatiran dan isu liar yang beredar, tersimpan satu fakta besar: Halmahera Barat sedang berdiri di depan peluang strategis yang bisa mengubah wajah ekonomi daerah secara fundamental.

Tokoh Pemuda Halmahera Barat, Raffy Wadja, menegaskan bahwa potensi panas bumi di Talaga Ranu tidak boleh dilihat dengan cara berpikir lama yang sempit dan reaktif.

  • “Dunia sedang bergerak menuju transisi energi. Energi fosil ditinggalkan, energi terbarukan menjadi arah kebijakan global. Jika kita terus terjebak pada ketakutan tanpa solusi, kita akan tertinggal jauh,” tegas Raffy.

Isu geothermal Talaga Ranu bukan sekadar persoalan lokal. Ini bagian dari agenda energi nasional dan global. Pemerintah pusat melalui kebijakan transisi energi membuka ruang besar bagi daerah yang memiliki potensi panas bumi untuk menjadi pusat pertumbuhan baru.

Namun Raffy mengingatkan, investasi tidak boleh berjalan dengan pola eksploitatif seperti masa lalu.

Merujuk pemikiran dalam buku The Blue Economy karya Gunter Pauli, ia menekankan bahwa sumber daya alam harus menghasilkan manfaat berlapis bagi masyarakat, bukan hanya keuntungan tunggal bagi investor.

  • “Dalam konsep Blue Economy, satu sumber daya harus melahirkan multiple cash flow. Geothermal Talaga Ranu tidak boleh berhenti pada listrik. Ia harus mendorong UMKM, pertanian modern berbasis energi panas sisa, penciptaan lapangan kerja pemuda, dan peningkatan PAD,” ujarnya lantang.
Baca Juga:  RSUD Jailolo Dihantam Skandal Obat Langka! Anggaran Diduga “Disulap”, DPRD Desak Pansus – Disebut Sudah Masuk Kejahatan Kemanusiaan

Menurutnya, Talaga Ranu harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, bukan sekadar titik eksploitasi energi.

Ia juga menegaskan bahwa kekhawatiran masyarakat soal dampak lingkungan adalah hal wajar dan harus dihormati. Namun solusi bukanlah menolak mentah-mentah, melainkan memperkuat kajian lingkungan, transparansi, dan pengawasan publik secara ketat.

  • “Geothermal bukan musuh. Ia adalah instrumen. Yang menentukan hasilnya adalah tata kelola dan keberpihakan kebijakan. Kalau dikelola dengan benar, ini bisa jadi lompatan sejarah bagi Halmahera Barat,” tegasnya.

Raffy juga mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton.

  • “Momentum ini tidak boleh lepas. Jika kita pasif, orang luar yang menentukan masa depan kita. Generasi muda harus terlibat, mengawasi, dan memastikan geothermal benar-benar membawa kesejahteraan masyarakat.”

Talaga Ranu hari ini bukan sekadar isu panas bumi. Ia adalah simbol pilihan arah pembangunan Halmahera Barat: tetap bertahan dalam ekonomi tradisional yang stagnan, atau berani melompat menuju ekonomi berkelanjutan yang produktif dan berkeadilan.

Halmahera Barat memiliki kesempatan langka. Pertanyaannya, apakah kita siap mengelolanya dengan keberanian dan kecerdasan — atau justru membiarkannya berlalu karena ketakutan yang tidak terkelola?

Oleh: Raffy Wadja, Tokoh Pemuda Halmahera Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel gardagarudainvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hadir Melindungi, Siap Mengayomi: Apel Pagi Ditpolairud Polda Sulut Wujudkan Polri Presisi
Momentum HUT ke-81 RI, Kakas Raya Perkokoh Persatuan Menuju Masyarakat Maju dan Sejahtera
Dandim 0808/Blitar Ikuti Upacara HUT RI Ke-81 Dan Ziarah Nasional Di Makam Bung Karno
RUKUN BITEYA RESMI DILANTIK: PENGURUS KKIG KOTA BITUNG MASA BAKTI 2026–2030 DISAHKAN, KOMITMEN PERKUAT PERSATUAN KELUARGA GORONTALO
Profesor Dr KH Sutan Nasomal Penjab Timpas Sambut Hangat*PGRI Aceh Singkil Memulai Babak Baru, Bupati Ajak Perkuat Kolaborasi Membangun Pendidikan Berkualitas*
Pemuda Asal Sumarayar Tewas dalam Kecelakaan di Langowan, Polisi Masih Selidiki Penyebab
Lestarikan Alam, Babinsa Sidomulyo Sertu Deny Bersama Warga Gelar Aksi Tanam Pohon
Diduga Mafia Solar Bersubsidi di Kombos Kebal Hukum? Nama Melky dan Ali Disorot, Publik Desak Polda Sulut Bongkar Dugaan Jaringan dan Oknum Pembeking
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Hadir Melindungi, Siap Mengayomi: Apel Pagi Ditpolairud Polda Sulut Wujudkan Polri Presisi

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Momentum HUT ke-81 RI, Kakas Raya Perkokoh Persatuan Menuju Masyarakat Maju dan Sejahtera

Senin, 17 Agustus 2026 - 09:49 WIB

Dandim 0808/Blitar Ikuti Upacara HUT RI Ke-81 Dan Ziarah Nasional Di Makam Bung Karno

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:28 WIB

RUKUN BITEYA RESMI DILANTIK: PENGURUS KKIG KOTA BITUNG MASA BAKTI 2026–2030 DISAHKAN, KOMITMEN PERKUAT PERSATUAN KELUARGA GORONTALO

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:01 WIB

Profesor Dr KH Sutan Nasomal Penjab Timpas Sambut Hangat*PGRI Aceh Singkil Memulai Babak Baru, Bupati Ajak Perkuat Kolaborasi Membangun Pendidikan Berkualitas*

Berita Terbaru