LAPORAN RESMI SUDAH MASUK! AKAMSI GERUDUK Komisi Pemberantasan Korupsi DESAK SEKJEN Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia DIPERIKSA — KUNJUNGAN LUAR NEGERI DIDUGA GEROGOTI APBN

- Penulis

Jumat, 27 Februari 2026 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta, 27 Februari 2026 — Tekanan publik terhadap dugaan pemborosan anggaran kunjungan kerja luar negeri DPR RI memasuki babak baru. Aliansi Kelompok Masyarakat Anti Korupsi (AKAMSI) secara resmi mendatangi dan menduduki Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, menyerahkan laporan dugaan penyimpangan anggaran yang melibatkan Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Dalam pernyataannya, AKAMSI menegaskan bahwa laporan resmi telah diterima oleh bagian pengaduan masyarakat KPK dan kini tinggal menunggu langkah tegas dari lembaga antirasuah tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

  • “Kami tidak hanya datang berorasi. Kami datang membawa dokumen dan laporan resmi. Ini bukan asumsi, ini tuntutan berdasarkan dugaan kuat adanya pemborosan dan potensi penyalahgunaan kewenangan dalam agenda kunjungan luar negeri DPR RI,” tegas Agus S., Koordinator Lapangan AKAMSI.

Menurut AKAMSI, pola kunjungan kerja luar negeri yang dilakukan secara berulang tanpa transparansi output yang jelas patut dipertanyakan. Di tengah kondisi ekonomi rakyat yang belum sepenuhnya pulih, serta masih banyaknya persoalan mendasar seperti sekolah rusak, fasilitas kesehatan terbatas, dan ketimpangan kesejahteraan, penggunaan anggaran negara untuk perjalanan luar negeri dinilai sebagai bentuk ketidakpekaan dan pengkhianatan terhadap amanat rakyat.

Dalam orasinya, massa menyebut bahwa praktik ini tidak boleh lagi dianggap sebagai rutinitas birokrasi biasa. Jika terdapat indikasi mark-up, perjalanan fiktif, atau pelaporan kegiatan yang tidak sesuai fakta, maka hal tersebut berpotensi masuk dalam kategori perbuatan melawan hukum dan merugikan keuangan negara.

Baca Juga:  Aksi Kemanusiaan GAMKI Halut untuk Halteng Tuai Apresiasi, Tokoh Muda: Ini Bukti Nyata Solidaritas

AKAMSI mendesak KPK untuk segera:

  • Melakukan klarifikasi dan pemanggilan terhadap Sekjen DPR RI.
  • Membuka penyelidikan awal atas dugaan aliran dana kunjungan kerja luar negeri.
  • Mengumumkan secara terbuka perkembangan penanganan laporan kepada publik.

“Rakyat berhak tahu kemana uang negara dibelanjakan. Jangan sampai pajak rakyat habis untuk agenda yang tidak memberi manfaat nyata. Jika terbukti ada pelanggaran hukum, kami menuntut agar dilakukan proses hukum tanpa pandang bulu,” tambah Agus.

Aksi tersebut juga menjadi ultimatum politik dan moral bagi pimpinan DPR RI agar segera melakukan moratorium kunjungan kerja luar negeri sampai ada evaluasi menyeluruh dan transparansi anggaran.

AKAMSI memastikan bahwa ini bukan akhir. Jika laporan yang telah masuk tidak ditindaklanjuti secara serius, mereka akan menggelar Aksi Jilid II dengan jumlah massa lebih besar dan berencana menduduki Kantor DPR RI sebagai bentuk tekanan publik.

Gelombang perlawanan ini menjadi pesan tegas: era pemborosan dan minim akuntabilitas harus berakhir. Publik kini mengawasi, dan hukum dituntut untuk benar-benar bekerja. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel gardagarudainvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prof. Dr. Sutan Nasomal: BOS Sudah Tanggung Biaya Anak Diberbagai Tingkatan Sekolah Iyuran Pungli Harus Di proses Hukum Pecat Kepsek Tsb!!
Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden Intruksikan Menteri Gubernur Bupati Walikota Sesuai Status Ajak Swasta Membangun Jalan!!!
JELANG HPN 2026, KETUM APPI “GEBRAK”: HENTIKAN KRIMINALISASI WARTAWAN, HORMATI UU PERS ATAU HADAPI KONSEKUENSI HUKUM
SP3 Kandas! FORMAPAS MALUT “Todong” KPK, Desak Bongkar Kasus MV Halsel Express 01
Rp22 MILIAR DI RSUD JAILOLO DISOROT! SEMAINDO DESAK KEJATI MALUT SERET DIRUT, DUGAAN PERMAINAN ANGGARAN TAK BISA DITUTUP LAGI!
Prof Dr Sutan Nasomal Harapkan Kementerian Pantau Setiap Kampus di NKRI Sesalkan Kasus Amoral Terjadi Di Kampus Brengus Pelaku Bejad?
MELEDAK! Prof Sutan Nasomal Desak Presiden Turun Tangan — Gubernur & Bupati Diperintahkan Bangun Huntara Manusiawi, Jangan Mainkan Anggaran di Tengah Derita Rakyat!
RSUD Jailolo Dihantam Skandal Obat Langka! Anggaran Diduga “Disulap”, DPRD Desak Pansus – Disebut Sudah Masuk Kejahatan Kemanusiaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 03:32 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal: BOS Sudah Tanggung Biaya Anak Diberbagai Tingkatan Sekolah Iyuran Pungli Harus Di proses Hukum Pecat Kepsek Tsb!!

Sabtu, 25 April 2026 - 13:27 WIB

Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden Intruksikan Menteri Gubernur Bupati Walikota Sesuai Status Ajak Swasta Membangun Jalan!!!

Jumat, 24 April 2026 - 23:52 WIB

JELANG HPN 2026, KETUM APPI “GEBRAK”: HENTIKAN KRIMINALISASI WARTAWAN, HORMATI UU PERS ATAU HADAPI KONSEKUENSI HUKUM

Rabu, 22 April 2026 - 16:34 WIB

SP3 Kandas! FORMAPAS MALUT “Todong” KPK, Desak Bongkar Kasus MV Halsel Express 01

Kamis, 16 April 2026 - 17:15 WIB

Rp22 MILIAR DI RSUD JAILOLO DISOROT! SEMAINDO DESAK KEJATI MALUT SERET DIRUT, DUGAAN PERMAINAN ANGGARAN TAK BISA DITUTUP LAGI!

Berita Terbaru