HARGA KELAPA GLOBAL TINGGI, PETANI DITEKAN: KNPI “BONGKAR” KETIMPANGAN DI DPRD HALUT, SEBUT Rp3.000 HARGA PALING ADIL!

- Penulis

Selasa, 7 April 2026 - 17:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

 

Tobelo, 7 April 2026 —
Rapat terbuka antara DPRD Halmahera Utara dan Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Halut berubah menjadi panggung “pembongkaran” ketimpangan harga kelapa yang selama ini membelit petani.

Dalam forum resmi yang dihadiri pimpinan DPRD seperti , , dan , KNPI secara terbuka membeberkan fakta yang selama ini dinilai “ditutup-tutupi”.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua KNPI Halmahera Utara, , dengan tegas menyebut telah terjadi ketimpangan serius antara harga kelapa di pasar global dan harga yang diterima petani di daerah.

“Kelapa kita mahal di pasar dunia, tapi murah di tangan petani. Ini tidak masuk akal dan tidak boleh terus dibiarkan!” tegas Devid di hadapan forum.

Ia menekankan bahwa harga Rp3.000 per butir bukan angka yang tinggi, melainkan angka yang mencerminkan keadilan ekonomi bagi petani.

“Rp3.000 itu bukan spekulasi. Itu hasil hitungan realistis berdasarkan harga global dan kondisi lokal. Kalau di bawah itu, petani terus dirugikan,” lanjutnya.

Baca Juga:  MELEDAK! Prof Sutan Nasomal Desak Presiden Turun Tangan — Gubernur & Bupati Diperintahkan Bangun Huntara Manusiawi, Jangan Mainkan Anggaran di Tengah Derita Rakyat!

KNPI bahkan secara blak-blakan menilai bahwa jika pemerintah daerah tidak mampu mengontrol harga dan distribusi, maka keberadaan korporasi besar seperti patut dipertanyakan efektivitasnya.

“Kalau harga tetap rendah, ini bukan lagi mekanisme pasar—ini ketimpangan yang dibiarkan. Artinya, kehadiran perusahaan gagal menciptakan ekonomi yang layak dan setara bagi petani,” kritik Devid tajam.

Pernyataan keras KNPI ini menjadi sinyal kuat bahwa persoalan kelapa di Halmahera Utara bukan sekadar isu lokal, tetapi sudah menyentuh persoalan struktural: antara kepentingan pasar global, peran pemerintah daerah, dan nasib petani di akar rumput.

Jika tidak segera dibenahi, maka yang terus dikorbankan adalah petani—sementara keuntungan justru mengalir ke pihak lain.

Kini publik menunggu langkah konkret DPRD dan pemerintah daerah:
berpihak kepada petani, atau membiarkan ketimpangan terus berlangsung tanpa solusi nyata.

(Noval/Team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel gardagarudainvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RUKUN BITEYA RESMI DILANTIK: PENGURUS KKIG KOTA BITUNG MASA BAKTI 2026–2030 DISAHKAN, KOMITMEN PERKUAT PERSATUAN KELUARGA GORONTALO
Profesor Dr KH Sutan Nasomal Penjab Timpas Sambut Hangat*PGRI Aceh Singkil Memulai Babak Baru, Bupati Ajak Perkuat Kolaborasi Membangun Pendidikan Berkualitas*
Pemuda Asal Sumarayar Tewas dalam Kecelakaan di Langowan, Polisi Masih Selidiki Penyebab
Lestarikan Alam, Babinsa Sidomulyo Sertu Deny Bersama Warga Gelar Aksi Tanam Pohon
Diduga Mafia Solar Bersubsidi di Kombos Kebal Hukum? Nama Melky dan Ali Disorot, Publik Desak Polda Sulut Bongkar Dugaan Jaringan dan Oknum Pembeking
Prof. Dr. Sutan Nasomal: BOS Sudah Tanggung Biaya Anak Diberbagai Tingkatan Sekolah Iyuran Pungli Harus Di proses Hukum Pecat Kepsek Tsb!!
Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden Intruksikan Menteri Gubernur Bupati Walikota Sesuai Status Ajak Swasta Membangun Jalan!!!
JELANG HPN 2026, KETUM APPI “GEBRAK”: HENTIKAN KRIMINALISASI WARTAWAN, HORMATI UU PERS ATAU HADAPI KONSEKUENSI HUKUM
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:28 WIB

RUKUN BITEYA RESMI DILANTIK: PENGURUS KKIG KOTA BITUNG MASA BAKTI 2026–2030 DISAHKAN, KOMITMEN PERKUAT PERSATUAN KELUARGA GORONTALO

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:01 WIB

Profesor Dr KH Sutan Nasomal Penjab Timpas Sambut Hangat*PGRI Aceh Singkil Memulai Babak Baru, Bupati Ajak Perkuat Kolaborasi Membangun Pendidikan Berkualitas*

Senin, 13 Juli 2026 - 08:26 WIB

Pemuda Asal Sumarayar Tewas dalam Kecelakaan di Langowan, Polisi Masih Selidiki Penyebab

Kamis, 2 Juli 2026 - 06:06 WIB

Lestarikan Alam, Babinsa Sidomulyo Sertu Deny Bersama Warga Gelar Aksi Tanam Pohon

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:05 WIB

Diduga Mafia Solar Bersubsidi di Kombos Kebal Hukum? Nama Melky dan Ali Disorot, Publik Desak Polda Sulut Bongkar Dugaan Jaringan dan Oknum Pembeking

Berita Terbaru