Emas Kalteng “Dirobek” Tambang Ilegal, Profesor Sutan Nasomal: Penegakan Hukum Jangan Mandul!

- Penulis

Kamis, 2 April 2026 - 13:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

 

PALANGKA RAYA – Maraknya aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) memicu reaksi keras dari berbagai kalangan. Pakar Hukum Pidana Internasional sekaligus Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia, Profesor. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH, memberikan kritikan pedas terhadap kinerja pemerintah dan aparat penegak hukum yang dinilai membiarkan kerusakan lingkungan terus berlanjut.

Ancaman Nyata bagi Generasi Mendatang

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam keterangannya, Profesor. Sutan Nasomal SH MHmenyoroti bahwa tambang emas ilegal bukan sekadar masalah ekonomi, melainkan ancaman sistematis bagi masa depan bangsa. Penggunaan zat kimia berbahaya seperti merkuri secara bebas di aliran sungai Kalteng telah mencapai titik yang mengkhawatirkan.
“Ini bukan lagi soal perut, tapi soal kehancuran generasi. Jika tanah dan air di Kalimantan Tengah terus diracuni oleh limbah tambang ilegal, maka anak cucu kita di masa depan hanya akan mewarisi penyakit dan alam yang rusak,” ujar Profesor. Sutan Nasomal SH MHsaat dihubungi awak media, Rabu (1/4/2026).

Kritik Tajam Terhadap Aparat dan Pemerintah

Profesor. Sutan Nasomal SH MHmengutarakan kekesalan rasa geram melihat fakta-fakta yang beredar luas di media sosial. Video dan foto yang memperlihatkan alat berat beroperasi secara bebas di kawasan hutan lindung seolah menjadi bukti bahwa ada “pembiaran” oleh pihak berwenang.
> “Pemerintah dan penegak hukum tidak boleh menutup mata. Fakta-fakta yang viral di media sosial itu memalukan! Mengapa rakyat sipil bisa melihat aktivitas itu, sementara aparat seolah tidak tahu? Jangan sampai ada kesan penegakan hukum kita mandul atau bahkan justru menjadi pelindung bagi para pemodal besar di balik tambang ilegal ini,” tegasnya dengan nada tinggi.menjawab pertanyaan para pemimpin Redaksi media cetak onlen dalam luar negeri dikantornya markas pusat Partai Koalisi Rakyat Indonesia di bilangan Cijantung Jakarta 1/4/2026 via telpon selulernya.
> Profesor Sutan Nasomal SH MH kaitan dengan kasus ini
Mendesak Tindakan Nyata, Bukan Sekadar Seremonial
Ia mendesak agar Kepolisian dan Kementerian LHK segera melakukan tindakan represif yang nyata, bukan sekadar imbauan atau sosialisasi yang bersifat seremonial. Menurutnya, praktik pertambangan ilegal di Kalteng sudah berlangsung menahun dan seolah tak tersentuh hukum secara tuntas.
“Hukum harus menjadi panglima. Kita tidak ingin melihat hukum hanya tajam ke penambang kecil, tapi tumpul ke bos besar atau ‘cukong’ yang mendanai peralatan berat di sana. Jika dibiarkan, negara kalah oleh mafia tambang,” tambah Profesor Sutan Nasomal pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus tersebut.

Baca Juga:  Rapat Tahunan Koperasi Desa Merah Putih Wari Ino Kabupaten Halmahera Utara tahun buku 2026.

Kerusakan Ekosistem dan Hilangnya Pendapatan Negara

Selain dampak kesehatan bagi generasi, Profesor. Sutan Nasomal SH MHjuga mengingatkan bahwa maraknya tambang ilegal merugikan negara hingga triliunan rupiah dari sektor Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Kerugian ekologis akibat penggundulan hutan dan kerusakan daerah aliran sungai (DAS) disebutnya jauh lebih mahal harganya dibanding emas yang dihasilkan.

Menutup pernyataannya, Profesor. Sutan Nasomal SH MHmenyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus memantau dan memviralkan praktik-praktik ilegal tersebut sebagai bentuk kontrol sosial, mengingat kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di sektor lingkungan sedang dipertaruhkan.

Narasumber: Profesor Dr. Sutan Nasomal, SH, MH Pakar Hukum Pidana Internasional Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel gardagarudainvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hadir Melindungi, Siap Mengayomi: Apel Pagi Ditpolairud Polda Sulut Wujudkan Polri Presisi
Momentum HUT ke-81 RI, Kakas Raya Perkokoh Persatuan Menuju Masyarakat Maju dan Sejahtera
Dandim 0808/Blitar Ikuti Upacara HUT RI Ke-81 Dan Ziarah Nasional Di Makam Bung Karno
RUKUN BITEYA RESMI DILANTIK: PENGURUS KKIG KOTA BITUNG MASA BAKTI 2026–2030 DISAHKAN, KOMITMEN PERKUAT PERSATUAN KELUARGA GORONTALO
Profesor Dr KH Sutan Nasomal Penjab Timpas Sambut Hangat*PGRI Aceh Singkil Memulai Babak Baru, Bupati Ajak Perkuat Kolaborasi Membangun Pendidikan Berkualitas*
Pemuda Asal Sumarayar Tewas dalam Kecelakaan di Langowan, Polisi Masih Selidiki Penyebab
Lestarikan Alam, Babinsa Sidomulyo Sertu Deny Bersama Warga Gelar Aksi Tanam Pohon
Diduga Mafia Solar Bersubsidi di Kombos Kebal Hukum? Nama Melky dan Ali Disorot, Publik Desak Polda Sulut Bongkar Dugaan Jaringan dan Oknum Pembeking
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Hadir Melindungi, Siap Mengayomi: Apel Pagi Ditpolairud Polda Sulut Wujudkan Polri Presisi

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Momentum HUT ke-81 RI, Kakas Raya Perkokoh Persatuan Menuju Masyarakat Maju dan Sejahtera

Senin, 17 Agustus 2026 - 09:49 WIB

Dandim 0808/Blitar Ikuti Upacara HUT RI Ke-81 Dan Ziarah Nasional Di Makam Bung Karno

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:28 WIB

RUKUN BITEYA RESMI DILANTIK: PENGURUS KKIG KOTA BITUNG MASA BAKTI 2026–2030 DISAHKAN, KOMITMEN PERKUAT PERSATUAN KELUARGA GORONTALO

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:01 WIB

Profesor Dr KH Sutan Nasomal Penjab Timpas Sambut Hangat*PGRI Aceh Singkil Memulai Babak Baru, Bupati Ajak Perkuat Kolaborasi Membangun Pendidikan Berkualitas*

Berita Terbaru