MINAHASA — Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dijadwalkan menghadiri konsolidasi struktur PDI Perjuangan se-Sulawesi Utara di Gedung Wale Ne Tou, Tondano, Kabupaten Minahasa, Jumat (25/9/2026). Agenda tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan struktur partai di berbagai tingkatan di Sulawesi Utara.
Ketua Panitia Konsolidasi PDI Perjuangan Sulawesi Utara, Vanda Sarundajang, yang juga Wakil Bupati Minahasa, menyampaikan bahwa persiapan kegiatan terus dimatangkan bersama jajaran partai. DPC PDI Perjuangan Minahasa menjadi tuan rumah pelaksanaan agenda tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Konsolidasi ini menjadi agenda internal partai yang melibatkan struktur PDI Perjuangan dari berbagai daerah di Sulawesi Utara. Sejumlah laporan media menyebut agenda tersebut juga mencakup pelantikan pengurus PAC, ranting hingga anak ranting.
Di tengah persiapan agenda tersebut, sejumlah aspirasi masyarakat turut mencuat, terutama mengenai harga kebutuhan pokok, pelaksanaan pasar murah, transparansi program pemerintah, serta pengawasan terhadap penggunaan anggaran publik.
Masyarakat berharap program pasar murah benar-benar memberikan manfaat bagi warga yang membutuhkan. Mereka menginginkan harga barang yang ditawarkan terjangkau serta proses pengadaan dan distribusinya dilakukan secara transparan.
Salah satu aspirasi yang disampaikan warga berbunyi:
> “Semoga dugaan korupsi orang-orang berdasi ditangkap semua, agar masyarakat Sulut bisa menikmati pembelanjaan sembako melalui pasar murah, bukan pasar tengkulak.”
Pernyataan tersebut merupakan aspirasi masyarakat, bukan kesimpulan bahwa telah terjadi tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan program pasar murah tertentu.
Karena itu, setiap dugaan penyimpangan tetap perlu dibuktikan melalui proses hukum berdasarkan alat bukti dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Masyarakat juga berharap pengawasan terhadap program pasar murah mencakup seluruh tahapan, mulai dari pengadaan barang, penetapan harga, distribusi hingga penerima manfaat. Keterbukaan informasi dinilai penting agar masyarakat dapat mengetahui mekanisme dan sasaran program tersebut.
Bagi warga, persoalan harga kebutuhan pokok merupakan isu yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Karena itu, program pasar murah diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
Sementara itu, agenda konsolidasi PDI Perjuangan Sulawesi Utara pada Jumat (25/9/2026) diharapkan menjadi ruang konsolidasi internal sekaligus kesempatan bagi para kader dan pengurus untuk mendengarkan berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.
Dengan demikian, aspirasi mengenai kebutuhan pokok, transparansi program publik dan penegakan hukum dapat ditempatkan sebagai masukan
masyarakat yang perlu ditanggapi melalui mekanisme pemerintahan dan hukum yang berlaku.
**(Noldy Worang)**














